Senin, 30 Agustus 2010

Banjir Distro di Yogyakarta

Menjamurnya Distro akhir-akhir ini di Kota Yogyakarta ini sudah menjadi salah satu bukti otentik bahwa kota kita tercinta ini menjadi sasaran selanjutnya dari program “Kota Mode” setelah Bandung, Jakarta, Tangerang dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Bisa dilihat, selain banyaknya distro yang ada hampir di setiap sudut kota ini, juga intensitas pameran atau Exhibition Room yang semakin sering di adakan di tempat-tempat penting di Yogyakarta seperti Jogja Expo Center(JEC) dan GOR UNY. Event-event semacam ini seakan menjadi sebuah ajang beradu bagi tiap distro untuk menawarkan produk buatan masing-masing,saling berlomba untuk menjajakan barang dagangannya itu pada masyarakat luas, khususnya kaum remaja(yang notabene menjadi buruan utama para pengusaha distro tersebut).

Selain itu desain dan kualitas bahan baku menjadi satu alasan tersendiri bagi kaum remaja untuk lebih memilih produk distro ketimbang produk non-distro. Potongan-potongan harga yang di tawarkan pada event-event tersebut juga menjadi alasan lain dari kaum remaja untuk memburu produk-produk distro tersebut.

Tetapi, yang sangat di sayangkan adalah nasib pengusaha pakaian non-distro yang bisa di bilang menjadi sepi pelanggan. Ini merupakan sebuah ironi ditengah hingar-bingar kemajuan mode di kota Yogyakarta khususnya. Satu hal yang memang perlu mendapat perhatian lebih dan direnungkan oleh semua pihak. Oleh karena itu, hal dilematis diatas menghadapkan dua pilihan pada kaum remaja, apakah akan mengikuti arus zaman dan menjadi korban kemajuan mode atau bersikap lebih rendah hati dan menanggalkan gengsi serta egonya dengan lebih memilih produk-produk non-distro.

0 komentar:

Poskan Komentar